Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juni 2010

International Dark Sky Week (IDSW)





 


Busur Bima Sakti yang seharusnya tampak jika langit gelap. Kredit : Babak Tafreshi
 Earth Hour memang hanya berlangsung satu jam. Di berbagai belahan dunia, setelah aksi Earth Hour, akan ada yang namanya International Dark Sky Week. Gerakan yang satu ini bukan hanya sehari tapi satu minggu yang akan berlangsung dari tanggal 4 – 10 April 2010. Idenya adalah tingkat polusi cahaya di dunia terutama di kota-kota besar sudah sangat tinggi. Kota seakan telah ditudungi oleh cahaya dan langit gelap adalah sesuatu yang sangat langka untuk bisa ditemukan di daerah perkotaan.

Minggu, 28 Maret 2010

Earth Hour & Dark Sky Program


Biarkan bumi bernafas sejenak ! Ubah dunia dalam 1 jam, matikan lampu!.


Aksi pemadaman lampu selama 1 jam.

Inilah aksi gobal selama satu jam yang dilaksanakan di seluruh dunia pada tanggal 27 Maret 2009 pada pukul 20.30 – 21.30. Aksi ini berlangsung sejak tahun 2007 berhasil mengikutsertakan lebih dari 1 milyar penduduk Bumi dari 88 negara untuk mematikan lampu selama satu jam saja.

Aksi ini dimulai pada tahun 2007 dengan sebuah pertanyaan sederhana, bagaimana caranya menginspirasi orang untuk mengambil sebuah langkah nyata dalam masalah perubahan iklim? Jawabannya, mintalah penduduk Sidney untuk memadamkan lampunya selama satu jam. Hasilnya? Tanggal 31 Maret 2007, 2,2 juta penduduk dan 2100 pebisnis di Sydney turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Lampu dipadamkan selama satu jam – yang disebut sebagai Earth Hour. Jika reduksi efek rumah kaca yang dicapai Sydney selama Earth Hour bisa bertahan selama satu tahun, maka itu akan sama dengan meniadakan 48.616 mobil dari jalan selama setahun.

Minggu, 21 Maret 2010

Roket Untuk Amatir

Sebuah hobby yang pernah saya geluti ketika masih SD dan SMP, yaitu membuat bahan bakar roket sendiri dan merancang rocket. Beneran……roket bahan bakar padat dan ramuan bahan bakarnya di aduk sendiri. Ini bukan roket air yang sekarang sedang populer, dan saya berminat menjadikan hobby ini menjadi hobby amatir seperti klub-klub astronomi amatir sekarang ini yang mulai menjamur di setiap kota.

Tentunya harus dengan batas-batas yg diperbolehkan oleh pihak yang berwajib, jangan-jangan kita akan berurusan dengan detasemen 88 dan di interogasi lagi. Kegiatan ini adalah sains bagaimana mengembangkan minat terhadap dunia roket. Berikut ide-ide saya untuk membuat bahan bakar padat untuk roket.


Kamis, 29 Oktober 2009

Galilean Nights, Merasakan Menjadi Galileo

Rasakan pengalaman Galileo saat mengarahkan astronomy technology teleskopnya ke langit!. Itulah yang menjadi tag-line dari Malam Galilean yang dimulai tanggal 22 – 24 Oktober 2009.

Kegiatan Malam Galilean atau Galilean Nights ini dilaksanakan serentak di seluruh dunia dengan lebih dari 1000 kegiatan, yang akan memperkenal astronomi dan membawa masyarakat merasakan pengalaman sesaat menjadi Galileo. Dan cuaca juga bukan penghalang karena setiap kegiatan sudah menyiapkan rencana tambahan jika cuaca tidak memungkinkan.

Galilean Night dibuat untuk mengikuti kesuksesan 100 jam Astronomi yang berhasil mengajak jutaan masyarakat dunia untuk menikmati astronomi dari dekat. Untuk Galilean Nights, masyarakat akan diajak untuk mengamati Jupiter dan ke-4 satelit Galilean, yang ditemukan Galileo sekaligus mengajak masyarakat untuk menikmati apa yang dahulu dilakukan Galileo saat pertama kali mengarahkan teleskopnya ke langit. Satu aktivitas yang mengubah pemikiran dunia dan menjadi titik tolak astronomi modern.

Di Indonesia, Galilean Night juga akan diadakan oleh komunitas-komunitas, salah satunya langitselatan yang akan mengadakan pengamatan bersama Forum Pembina Astronomi pada tanggal 24 Oktober 2009.


Sumber : langitselatan

Senin, 26 Oktober 2009

Hujan Meteor Orionid 2009

Sejak tanggal 20 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2009, setiap malam kita akan dapat menikmati Hujan Meteori Orionid yang terjadi setiap tahunnya. Hujan meteor ini dapat dinikmati karena Bumi te

ngah melewati sisa debu ekor komet Halley.
















Radiant orionid di langit selatan. kredit :meteorshoweronline.com


Hujan meteor Orionid akan mencapai puncaknya mulai malam ini, tanggal 21 -24 Oktober 2009 dan bisa diamati saat dini hari. Hujan meteor ini akan tampak datang dari arah rasi Orion si Pemburu dan bergerak sangat cepat dibanding meteor lainnya. Diperkirakan untuk para pengamat di langitselatan, maksimum meteor yang akan tampak sekitar 40 meteor per jam. dan waktu yang pas untuk menikmati hujan meteor orionid ini berkisar antara pukul 00.00 – 05.00 wib.


Rabu, 07 Oktober 2009

World Space Week, Memperingati Pekan Antariksa Dunia

Mendengar World Space Week, atau yang bisa diterjemahkan menjadi Pekan Antariksa Dunia, tentunya membawa pikiran kita bahwa peristiwa ini adalah peristiwa yang diperingati di seluruh dunia. Tetapi berbeda dengan peringatan-peringatan lainnya, Space Week adalah peristiwa yang diperingati selama seminggu, yaitu dari tanggal 4 hingga 10 Oktober. Lalu apa sebenarnya Space Week itu dan kenapa dipilih tanggal-tanggal itu?


World Space Week adalah perayaan internasional terhadap kontribusi ilmu pengetahuan alam dan teknologi pada kehidupan manusia. Khususnya adalah ilmu yang berkaitan dengan penerbangan ke luar angkasa dan pemanfaatan ruang angkasa untuk kehidupan. Kemudian tanggal 4 – 10 Oktober dipilih karena tanggal-tanggal tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

Pada tanggal 4 Oktober 1957, terjadi peluncuran satelit buatan manusia yang pertama. Satelit itu adalah Sputnik 1 milik Uni Sovyet [kini Rusia]. Peristiwa ini kemudian mengawali eksplorasi ruang angkasa dari banyak negara. Sedangkan tanggal 10 Oktober 1967 dipilih karena adanya penandatanganan “Treaty on Principles Governing the Activites of States in the Exploration and Peaceful Uses of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies.” Inti dari perjanjian ini adalah tentang hukum internasional luar angkasa (isi perjanjian dapat dilihat di halaman ini).

Kedua tanggal ini kemudian dipilih oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1999 sebagai peringatan World Space Week yang akan dilakukan setiap tahun. Jadi, dimulailah peringatan Space Week ini pada tahun 2000. Secara umum, Space Week ini memiliki beberapa tujuan yang ditargetkan, yaitu:

  • mendidik masyarakat dunia tentang keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan teknologi ruang angkasa
  • memancing lebih banyak penggunaan ruang angkasa yang lebih baik untuk pengembangan ekonomi.
  • menunjukkan program-program tentang ruang angkasa yang sedang/telah direncanakan
  • memberikan pembelajaran kepada anak-anak tentang masa depan dan ruang angkasa.
  • mengajak perusahaan-perusahaan internasional yang berkaitan untuk membuat kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan teknologi ruang angkasa.

Peringatan Space Week ini dapat dilakukan oleh organisasi pemerintah, industri, sekolah, atau bahkan secara individu juga bisa. Koordinasinya berada di tangan PBB dengan dukungan World Space Week Association (WSWA) dan koordinator lokal di banyak negara. Semua kegiatan untuk memperingati Space Week yang dilakukan di seluruh dunia akan didata oleh WSWA. Data tersebut, dan banyak informasi lainnya, dapat dilihat ke situs resminya di alamat www.spaceweek.org.

Selain tujuan, peringatan Space Week juga memiliki tema yang berbeda di setiap tahunnya. Untuk tahun 2007 ini, tema yang diusung adalah “50 Years in Space.” Dalam situs resminya dijelaskan bahwa sejarah penjelajahan ruang angkasa dimulai pada tanggal 4 Oktober 1957 saat peluncuran Sputnik 1. Berarti World Space Week tahun 2007 ini menandai peristiwa yang sudah terjadi 50 tahun yang lalu itu. Tema ini mengajak masyarakat untuk melihat kembali semua yang sudah pernah dilakukan manusia terhadap ruang angkasa, dan juga untuk melihat masa 50 tahun selanjutnya.

Di Indonesia, Space Week sudah mulai dikenal sejak tahun 2003 yang lalu. Saat itu, Himastron (Himpunan Mahasiswa Astronomi) ITB mengadakan serangkaian kegiatan yang bertajuk Space Week 2003 “October Sky.” Kegiatan ini kemudian didaftarkan pada WSWA sehingga dalam situs resmi Space Week dapat kita lihat daftar kegiatan yang diselenggarakan waktu itu. Dan di tahun berikutnya, Himastron ITB kembali mengadakan kegiatan yang juga terdaftar di situs resmi Space Week.

Namun tampaknya di tahun-tahun berikutnya tidak ada penyelenggaraan peringatan Space Week di Indonesia yang didaftarkan ke WSWA. Padahal nama Indonesia dapat terangkat di seluruh dunia dengan terdaftarnya kegiatan Space Week yang diselenggarakan. Jadi, demi kemajuan ilmu astronomi di Indonesia, alangkah baiknya jika peringatan Space Week selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan WSWA dan kemudian dapat dilakukan secara rutin di setiap tahunnya.

Tulisan ini juga dimuat di http://hanieftrihantoro.wordpress.com

Jumat, 25 September 2009

400 Tahun Setelah Teleskop Galileo Diarahkan Ke Langit

25 Agustus 2009, merupakan tanggal penting bagi keberlangsungan IYA2009. Sebuah momen yang mengubah pemikiran dunia, yang dimulai dengan mngarahkan astronomy technology teleskop ke angkasa. Inilah yang terjadi 25 Agustus 1609 ketika Galileo untuk pertama kalinya mengarahkanastronomy technology teleskop pertama ke angkasa. Saat itu ia memperkenalkan teleskopnya pada pembuat hukum dari Republik Venesia. Tertarik bisa melihat kapal di jarak yang sangat jauh, para pembuat hukum ini melihat kesempatan lain untuk mengembangkan teleskop tersebut.

Suasana saat Galileo pertama kali mengarahkan teleskopnya. Kredit : IYA2009

Suasana saat Galileo pertama kali mengarahkan teleskopnya. Kredit : IYA2009

Kegiatan penjangkauan pertama yang dilakukan Galileo menuai kesuksesan. Ia kemudian berhasil mendapatkan dana untuk melanjutkan penelitiannya, dan pada akhirnya berhasil mempersembahkan sebuah astronomy technology yang memperluas pandangan masyarakat dunia. Pengamatan astronominya pertama kali diterbitkan di bulan Maret 1610, berjudul Sidereus Nuncius.

Teleskop merupakan instrumen tak ternilai bagi astronom profesional maupun amatir. Ia bisa mengumpulkan lebih banyak cahaya dibanding mata manusia, sehingga kita bisa melihat kedalaman dan luasnya semesta yang berada di luar jangkauan manusia. Teleskop tak lain merupakan mata para astronom untuk mengungkap keagungan alam semesta dalam kumpulan data yang membawa manusia pada pengetahuan baru maupun melalui keindahan objek yang berhasil ia tangkap.

IYA 2009 merupakan perayaan global untuk memperingati 400 tahun peristiwa tersebut sekaligus untuk menjangkau masyarakat global untuk mengenal astronomi dan menikmati keindahannya. Saat Galileo pertama kali mengarahkan astronomy technology teleskopnya ke langit, ia terpesona akan apa yang ia lihat. Perasaan yang sama yang juga dialami jutaan orang selama IYA 2009 saat sesi pengamatan diadakan di seluruh dunia dan masyarakat global bisa ikut menikmati keindahan alam semesta dan semua keagungannya.

Hari ini dunia memang merayakan 400 tahun perjalanan penggunaan teleskop, namun perjalanan ini tak berhenti sampai disini. Masih ada petualangan baru di masa depan yang akan ditempuh teleskop di berbagai belahan dunia juga teleskop yang sudah ada di angkasa saat ini. Dan berbagai penemuan baru akan terus diungkap oleh mata yang senantiasa mengarah ke angkasa.

Sumber : IYA2009